Hasil Jajak Pendapat: 46,8% masyarakat percaya bahwa Asosiasi Kemendikbud-Ristek akan membawa perubahan

Alur Survei Indonesia (ASI) mempublikasikan hasil survei nasional yang salah satunya terkait keputusan pemerintah dan DPR untuk menyatukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek.) ).

Menurut hasil survei, 46,8% masyarakat percaya bahwa menggabungkan kedua institusi dapat membuat perbedaan untuk memajukan dunia pendidikan nasional.

Hasil-Jajak-Pendapat-46,8%-masyarakat-percaya-bahwa-Asosiasi-Kemendikbud-Ristek-akan-membawa-perubahan

Survei dilakukan dalam proses acak multi-tahap dengan total 1.000 responden.

Dengan tingkat kesalahan sekitar. 3,10% pada tingkat kepercayaan 95%. Metode pengumpulan data dilakukan dengan telesurvey yaitu dengan mewawancarai responden melalui kontak telepon dan dengan menggunakan kuesioner.
Baca juga:
Survei UI: kuliah tatap muka tidak tertarik

Waktu pemberian tes ASI adalah 10 hari. “Survei menemukan bahwa 42,7% tidak tahu tentang Asosiasi Departemen Pendidikan dan Riset dan Teknologi. 39,6% tahu keputusan itu dan 17,7% publik merespons,” tulis ASI.

Adapun persetujuan publik dari asosiasi Kemdikbud-Ristek, 58,9% dari masyarakat menyetujui asosiasi. Di sisi lain, 17,7% tidak setuju (kombinasi sangat tidak setuju dan tidak setuju) dan 18,3% mengatakan mereka tidak tahu pertanyaan atau tidak dapat menjawabnya.

23,9% menilai Asosiasi Kementerian Pendidikan dan Riset dan Teknologi

bukanlah langkah yang tepat. Sementara itu, 29,3% juga mengaku tidak tahu atau tidak menanggapi penggabungan pemerintah-DPR antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Ristek.

“Dalam upaya membangun visi pendidikan nasional ke depan, masyarakat sangat berharap dapat melakukan beberapa hal yaitu pendidikan nasional perlu membangun sumber daya manusia yang unggul (24,4%) yang mencerdaskan anak bangsa (23,3%), memungkinkan Sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing dalam persaingan global (12,2%), inovatif (10,4%), memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan mutu pendidikan (4,6%) dan berwawasan Pancasila (ke-2, 2%).

Selain survei opini publik di Himpunan Kemendikbud-Ristek, ASI juga melakukan survei opini publik tentang efektivitas pembelajaran online dan keterbukaan pengajaran tatap muka.

Kedua, untuk mengukur pentingnya pendidikan yang dibangun ke dalam teknologi

untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Terakhir, mempertimbangkan persepsi publik terhadap berbagai program inovasi yang dibuat dan dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama pandemi dan ekspektasi publik terhadap pendidikan nasional ke depan.

LIHAT JUGA :

https://www.starpetrochem.co.id/gb-whatsapp/
https://www.starpetrochem.co.id/nekopoi-care-download-apk-terbaru/
https://www.starpetrochem.co.id/higgs-domino-rp/
https://www.starpetrochem.co.id/x8-speeder/
https://www.starpetrochem.co.id/aplikasi-penghasil-uang/
https://www.starpetrochem.co.id/aplikasi-penghasil-saldo-dana/
https://www.starpetrochem.co.id/aero-whatsapp/
https://www.starpetrochem.co.id/wa-fouad/
https://www.starpetrochem.co.id/185-62-l53-200/
https://www.starpetrochem.co.id/18se-2018-twitter/